Lahir, tumbuh, menjadi dewasa, tua, lalu mati adalah fase kehidupan
yang gak mungkin kita hindari. Setiap anak akan tumbuh dewasa; itu
adalah hal yang pasti.
Lucu juga kalo kita mengingat-ingat bahwa sewaktu kecil kita gak sabar untuk tumbuh dewasa seperti orang tua kita. Kita menganggap mereka hebat karena bisa melakukan banyak hal. Jadi orang dewasa itu keren, pikir kita dengan polosnya saat itu. Tapi, begitu kita menginjak usia dewasa, kita jadi sungguh-sungguh merindukan masa kanak-kanak kita.
Banyak hal yang kita dapat, tapi juga banyak hal yang hilang dari kita setelah dewasa. Inilah hal-hal yang membuat kita iri sekaligus merasa perlu belajar dari anak-anak:
Anak-anak mengingatkan kita untuk berani bermimpi hebat tanpa rasa takut akan kegagalan, bahwa kita mampu menjadi apapun yang kita inginkan.
Anak-anak hidup dan menikmati apa yang mereka lakukan hari ini.
Mereka gak akan terlalu ambil pusing terhadap apa yang akan mereka
hadapi besok.
Orang dewasa seringkali terlalu sibuk memikirkan hari esok bakal seperti apa, sampai-sampai mereka lupa dengan yang ada di hadapan mereka sekarang. Jadi, kenapa mesti kuatir sama hari esok? Toh kamu hidup di saat ini. Berhentilah cemas sama hari esok dan fokus dengan apa yang kamu hadapi saat ini.

Anak-anak punya rasa ingin tahu yang besar. Mereka suka mempelajari hal baru dan selalu ingin memahami sesuatu lebih jauh. “Kenapa” adalah kata tanya yang wajib saat mereka mendapatkan pengalaman baru.
Sementara, kita seringkali malas buat menggali pemahaman yang lebih dalam tentang suatu hal, bahkan hal-hal yang kita tahu memang penting. Kita lebih suka bersikap seolah-olah udah mengerti walau ternyata belum paham. Anak-anak kembali memberi contoh bagi kita untuk bertanya lebih jauh dan memahami lebih dalam.
Anak-anak berteman dengan tulus tanpa mempedulikan ras, suku, etnis,
agama, atau status sosial. Bagi kita, semua itu adalah hal mewah yang
mungkin udah hilang dari diri kita. Tanpa sadar, kita udah menjejali
pikiran kita dengan ideologi yang membuat kita berprasangka terhadap
golongan lain, sehingga kita jadi sulit buat berkawan dengan tulus.
Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa merasa sedih, marah,
atau kecewa terhadap orang lain. Tapi, emosi itu gak berlangsung lama,
besoknya mereka udah baikan lagi. Lewat mereka, kita bisa belajar
memaafkan secara tulus dan melupakan dendam terhadap orang yang udah
berbuat salah terhadap mereka.
Kamu pasti setuju kalo anak-anak lebih jujur terhadap perasaan
mereka. Mereka akan menangis kalo sedih, tertawa kalo sedang senang.
Mereka gak merasa perlu untuk menutup-nutupi perasaan mereka dari orang
lain. Mereka mengutarakan isi hatinya apa adanya.
Gimana dengan orang-orang dewasa? Kita seringkali menutup-nutupi perasaan kita sendiri, ‘kan?
Salah satu hal yang bisa kita pelajari dari anak-anak adalah mereka
percaya dengan diri mereka sendiri. Anak-anak gak ambil pusing dengan
tampang mereka dan apa yang mereka kenakan atau miliki. Begitu juga
seharusnya kita, berhenti minder karena kekurangan kita dan mulailah
menonjolkan kelebihan-kelebihan kita.
Masih ingat saat di mana kamu loncat dari sofa ke sofa untuk
menghindari lantai yang berubah menjadi lava? Anak-anak bermain dengan
imajinasi mereka, membuat semuanya jadi terasa seru dan menyenangkan.
Mereka bisa sangat kreatif: membuat pedang dari gulungan kertas, atau
sepeda motor Moto GP dari tumpukan guling.
Ketika berhadapan dengan realitas, kita jadi lupa dengan semua itu. Kita lupa menggunakan imajinasi kita untuk bersenang-senang, dan jarang menggunakan kreativitas kita untuk membuat suatu hal yang baru.
Dalam hal menyayangi dan memberi, gak ada yang lebih tulus dari
anak-anak. Mereka gak mengenal konsep pamrih. Berbeda dengan kita
orang-orang dewasa, yang seringkali pemberiannya diselubungi kalkulasi
untung rugi dan motif tertentu.
Hal paling penting yang bisa kita pelajari dari anak-anak adalah
mereka gak mengenal rasa takut. Yang dimaksud di sini tentu bukan
berarti gak takut jatuh dari tebing atau kena air panas ya, melainkan
rasa takut yang sebenarnya hanyalah bentuk dari kecemasan kita: seperti
rasa takut dijauhi, dikucilkan, dibenci, takut akan masa depan, dan
sebagainya.
Kita bisa belajar dari mereka bahwa rasa takut itu hanyalah ilusi yang membelenggu kita dari usaha untuk maju dan berkembang, serta untuk menjadi diri sendiri.
Anak-anak melihat dunia dengan perspektif yang berbeda. Perspektif itulah yang udah dilupakan orang dewasa, padahal hal itu bisa memberi kita banyak pelajaran hidup yang berharga. Yuk, belajar dari anak-anak!
Lucu juga kalo kita mengingat-ingat bahwa sewaktu kecil kita gak sabar untuk tumbuh dewasa seperti orang tua kita. Kita menganggap mereka hebat karena bisa melakukan banyak hal. Jadi orang dewasa itu keren, pikir kita dengan polosnya saat itu. Tapi, begitu kita menginjak usia dewasa, kita jadi sungguh-sungguh merindukan masa kanak-kanak kita.
Banyak hal yang kita dapat, tapi juga banyak hal yang hilang dari kita setelah dewasa. Inilah hal-hal yang membuat kita iri sekaligus merasa perlu belajar dari anak-anak:
1. Punya mimpi yang tanpa batas
Gantungkan cita-citamu setinggi langit.Anak-anak melihat dunia sebagai sesuatu yang gak terbatas, di mana mereka bisa menjadi apapun yang mereka mau. Kamu masih ingat gak apa cita-citamu waktu kecil: pilot, dokter, astronot, presiden? Sementara, kita yang udah berhadapan dengan realita menjadi takut buat bermimpi. Padahal, tanpa impian, kita justru gak akan jadi siapa-siapa.
Anak-anak mengingatkan kita untuk berani bermimpi hebat tanpa rasa takut akan kegagalan, bahwa kita mampu menjadi apapun yang kita inginkan.
2. Gak Khawatir sama hari esok
Orang dewasa seringkali terlalu sibuk memikirkan hari esok bakal seperti apa, sampai-sampai mereka lupa dengan yang ada di hadapan mereka sekarang. Jadi, kenapa mesti kuatir sama hari esok? Toh kamu hidup di saat ini. Berhentilah cemas sama hari esok dan fokus dengan apa yang kamu hadapi saat ini.
3. Selalu ingin tahu
Anak-anak punya rasa ingin tahu yang besar. Mereka suka mempelajari hal baru dan selalu ingin memahami sesuatu lebih jauh. “Kenapa” adalah kata tanya yang wajib saat mereka mendapatkan pengalaman baru.
Sementara, kita seringkali malas buat menggali pemahaman yang lebih dalam tentang suatu hal, bahkan hal-hal yang kita tahu memang penting. Kita lebih suka bersikap seolah-olah udah mengerti walau ternyata belum paham. Anak-anak kembali memberi contoh bagi kita untuk bertanya lebih jauh dan memahami lebih dalam.
4. Berkawan tanpa membeda-bedakan
5. Anak-anak mudah memaafkan
6. Lebih jujur terhadap perasaan mereka
Gimana dengan orang-orang dewasa? Kita seringkali menutup-nutupi perasaan kita sendiri, ‘kan?
7. Percaya sama diri sendiri
8. Menggunakan lebih banyak imajinasi
Ketika berhadapan dengan realitas, kita jadi lupa dengan semua itu. Kita lupa menggunakan imajinasi kita untuk bersenang-senang, dan jarang menggunakan kreativitas kita untuk membuat suatu hal yang baru.
9. Menyayangi dan memberi dengan tulus
10. gak mengenal rasa takut
Kita bisa belajar dari mereka bahwa rasa takut itu hanyalah ilusi yang membelenggu kita dari usaha untuk maju dan berkembang, serta untuk menjadi diri sendiri.
Anak-anak melihat dunia dengan perspektif yang berbeda. Perspektif itulah yang udah dilupakan orang dewasa, padahal hal itu bisa memberi kita banyak pelajaran hidup yang berharga. Yuk, belajar dari anak-anak!










